ADVENTURE

Adventure atau Petualangan adalah pengalaman yang menarik atau tidak biasa, tetapi juga dapat menjadi usaha,berani biasanya berisiko, dengan hasil yang tidak pasti.Adventures mungkin kegiatan dengan beberapa potensi bahaya fisik, seperti terjun payung, mendaki gunung, dan / atau berpartisipasi dalam. olahraga ekstrim. Istilah ini juga luas mengacu pada perusahaan yang berpotensi penuh dengan fisik, resiko keuangan atau psikologis, seperti usaha bisnis, hubungan cinta, atau usahabesar dalam hidup.

Pengalaman petualang menciptakan gairah psikologis dan fisiologis,yang dapat ditafsirkan sebagai negatif (takut misalnya) atau positif (aliran misalnya), dan yang dapat merugikan sebagaimana dinyatakan oleh hukum Yerkes-Dodson. Bagi sebagian orang, petualangan menjadi pengejaran besar dalam dan dari dirinya sendiri. Menurut André Malraux petualang, dalam Kondisi La nya humaine(1933), "Jika seorang pria tidak siap mengambil risiko hidupnya, di mana martabatnya?". Demikian pula, Helen Keller menyatakan bahwa "Hidup adalah baik petualangan berani atau tidak."

Kegiatan petualangan outdoor biasanya dilakukan untuk tujuan rekreasi atau kegembiraan: contoh adalah petualangan balap dan wisata petualangan. Kegiatan petualangan juga dapat menyebabkankeuntungan dalam pengetahuan, seperti yang dilakukan oleh penjelajah dan perintis. Pendidikanpetualangan sengaja menggunakan pengalaman yang menantang untuk belajar.

MACAM-MACAM ADVENTURE :::

1. Mendaki Gunung

Beberapa Tips Mendaki Gunung 

1. Melatih otot kaki dan kesimbangan

Kegiatan melatih otot kaki bisa dilakukan dengan lari di pagi hari atau sore hari, diusahakan rutin dilakukan seminggu sebelum mendaki . kegiatan ini bertujuan untuk melatih otot kaki agar tidak kaget dalam mendaki gunung mengingat trek yang harus dilalui tidak lah mudah. Tapi jangan khawatir apabila kamu bisa rutin dalam melakukan kegiatan ini, trek yang sesulit apapun mampu kamu lewati dengan mudah. Selain lari pagi ada juga hal yang harus kamu latih yaitu kesimbangan. Untuk melatih keseimbangan, bisa dilakukan dengan senam-senam kecil seperti berdiri beberapa saat dengan satu kaki . Kegiatan ini ideal dilakukan setelah lari pagi atau sore sudah kamu lakukan.  Apabila lari pagi atau sore dan senam kecil sudah kamu lakukan secara rutin, kamu sudah lolos tahap awal dalam persiapan medaki gunung bagi pemula.
2. Selalu Riset Gunung yang Ingin Didaki

Riset ini penting. Jangan pernah berpikir untuk naik gunung tanpa pernah mencari tahu seputar gunung yang ingin didaki. Cari penyakit namanya kalau melakukan hal itu. Waktu awal saya mulai hobi mendaki, saya bisa melakukan riset 2-5 hari, terus mencari tahu semua hal tentang gunung yang ingin didaki.
Carilah informasi seputar: Ketinggian gunung, rute / trek / jalur pendakian, lokasi basecamp, nomor telepon basecamp, harga tiket, jumlah pos, titik camp, waktu terbaik untuk summit attack, lokasi sumber mata air, transportasi menuju basecamp, dan yang paling penting adalah perkiraan biaya untuk sekali pendakian pulang pergi.

3. Persiapan Fisik

Persiapan fisik ini disesuaikan dengan faktor: ketinggian gunung, sulitnya medan, dan panjangnya trek pendakian. Tentunya akan beda  sensasinya daki gunung dengan ketinggian 2.500 MDPL dengan yang 3.600 MDPL dan jelas berbeda persiapan naik Merapi dengan Merbabu via Selo misalnya.

Pendaki pemula biasanya mematok puncak sebagai tujuan, saya paham kok. Nah perjuangan ke puncak biasanya paling memakan banyak stamina. Karena stamina sudah terkuras selama proses pendakian di awal maka perjuangan menuju puncak adalah salah satu ujian terberat dari mendaki gunung.

Persiapan fisiknya nggak perlu heboh semacam bakal gabung club fitness selama 2 bulan sebelum naik gunung. Ingat kalian ini nggak sedang berencana naik Kilimanjaro atau Denali. cukup rajinin jogging 30 menit tiap hari selama seminggu atau yah seenggaknya 3 kali seminggu deh dan ini dilakuin seminggu atau dua minggu sebelum hari H pendakian agar body fitness kalian prima udah cukup kok.

4. Jangan Pernah Mendaki di Musim Hujan

Kalian para pendaki pemula pasti ingin mendapatkan sensasi menyenangkan dan tak terlupakan dalam artianya yang positif saat mendaki gunung, betul? Dan pasti nggak mau kan mendapat pengalaman seperti: terhempas hujan badai di gunung yang gak berhenti-berhenti, angin super kencang memporak-porandakan tenda ditambah kilat yang menyambar-nyambar atau kena badai kabut yang semuanya mendadak jadi putih bak kapas kecantikan.

Solusinya gampak kok. Jangan pernah mendaki gunung-gunung di Indonesia di musim hujan. Hindari mendaki di bulan Januari-Februari karena puncak musim hujan biasanya berada direntang bulan tersebut. Pun lagi pula banyak gunung-gunung di tutup pada bulan itu untuk melindungi pendaki dari garangnya badai gunung dan tentu saja recovery ekosistem gunung. Gunung juga butuh bernapas lega tanpa ada jamahan tangan-tangan nakal para pendaki.

5.  Jangan Jadi Pendaki Bodoh, Please Bawa 

Turun Sampahnya

Imbas dari kegiatan pendakian menjadi hobi mainstream adalah gunung-gunung menjadi semakin kotor dipenuhi banyak sampah mulai dari sampah kaleng, botol plastik, plastik pembungkus makanan, puntung rokok hingga kotoran manusia. Please gunung bukanlah tempat sampah. Sampah apapun yang kalian tinggalkan di gunung (kecuali organik) itu nggak akan tiba-tiba phusss hilang lenyap sendiri. Akan diam disitu atau terbawa angin dan tetap tinggal bahkan sampai pembuang sampahnya sendiri kembali jadi tanah.

Please, biasakan bawa sampah kalian turun dan buang di tempat sampah yang disediakan oleh basecamp. Nggak berat kok bawa sampah botoh-botol plastik atau sisa plastik wadah mi dsb. Tinggal dimasukan tas doang simpan dan buang saat di basecamp. Mari kita jaga kelestarian gunung, bukan untuk siapa-siapa tapi untuk anak cucu kalian nanti.



2. OUTBOUND


Jenis Permainan OUTBOUND
1.      Birma Crosser
Tujuan outbound training permainan ini adalah melatih percaya diri untuk menghadapi segala ujian dan rintangan dalam kehidupan. Alat bantu dalam outbound training permainan ini meliputi bambu, karmentel, kong, snappling, webbing dan helm. Adapun prosedur dalam permainan Birma Crosser adalah :
1.      Setiap peseta diminta meniti bambu yang telah disediakan dengan ketinggian 2 m dan panjang 15 m
2.      Fasilitator memasangkan kelengkapan pengaman sebelum peserta melaksanakan tugas tersebut
3.      Fasilitator memberikan arahan dan motivasi agar peserta berhasil melewati bambu dengan sebaik-baiknya.
4.      Fasilitator memegang tali pengaman untuk menjaga keselamatan peserta.
5.      Saat pelaksanaan peserta yang lain menunggu giliran

2.      Hell Barier
Tujuan outbound training permainan ini adalah melatih mengerjakan sesuatu sesuai dengan tahapannya untuk mencapai puncak yang diharapkan. Alat bantu dalam program outbound permainan ini meliputi jaring, karmentel, kong, snappling, webbing, kaos tangan dan helm. Adapun prosedur dalam permainan ini adalah :
1.      Setiap peserta diminta memanjat jaring tali setinggi 6 meter.
2.      Fasilitator memasangkan kelengkapan pengaman sebelum peserta melaksanakan tugas tersebut
3.      Fasilitator memberikan arahan dan motivasi agar peserta berhasil melewati bambu dengan sebaik-baiknya.
4.      Fasilitator memegang tali pengaman untuk menjaga keselamatan peserta.
5.      Saat pelaksanaan peserta yang lain menunggu giliran.

3.      Carterpillar Race

Caterpillar race atau balap ulat bulu dapat dimainkan di lapangan Peserta dipecah jadi 3 or 4 team, terdiri dari 7-10 orang,


Instruksi
§  Peserta  kita minta untuk membentuk formasi berbaris ke belakang dengan tangan dibahu, atau di pinggang atau berpelukan.
§  Tugas mereka adalah berjalan dengan teamnya dengan rute yg kita buatkan sebelumnya, bisa berupa lintasan dengan tali atau tanda-tanda patokan.
§  Tiap team harus bergerak secepatnya ke garis finish yg kita tentukan
§  Bagi Team yang barisannya rusak harus mulai lagi dari garis start.
Target
Team yang menjadi pemenang adalah yang pertama sampai di garis finish dengan utuh.

Larangan
§  Larangan utama yaitu bahwa barisan tidak boleh putus.
§  Tidak boleh merusak formasi teamnya, misalnya tangan terlepas, terjatuh atau tertinggal sebagian.
Variasi:
§  Lintasan dapat dibuat lurus atau berkelok-kelok.
§  Pergerakan bisa juga dibuat maju atau mundur,
Bisa juga formasi lainnya, tergantung kondisi lapangan dan juga tingkat usia peserta

4.      Folding Carpet

Games ini dimainkan dengan alat bantu sebuah karpet atau terpal plastik yang ukurannya 1 meter persegi untuk 8-10 orang. Ukuran karpet dapat disesuaikan dengan jumlah peserta yang akan ikut bermain maupun tingkat kesulitan yang ingin diberikan, lebih banyak peserta maka dibutuhkan karpet yang lebih luas.
Instruksi
§  Pertama, seluruh peserta diminta naik ke atas karpet dan
§  Setelah aba-aba dimulai mereka harus dapat membalik karpet tersebut
§  Kelompok harus bekerja sama dalam menemukan cara dan kemudian membalik karpet tersebut.
Target
Kelompok yang paling cepat membalik karpet dianggap sebagai pemenang.
Larangan dan Hukuman
§  Orang-orang yang berada di atas karpet tersebut tidak boleh turun ataupun menyentuh tanah.
§  Jika melakukan pelanggaran tersebut maka kelompok dianggap gagal melakukan tugasnya.
§  Hukuman atas pelanggaran tersebut dapat diberikan berupa pengurangan nilai atau potongan waktu.
Variasi
Games dapat dimainkan di dalam maupun diluar ruangan.





5.      Hulahoop
Games ini dapat dalam kelompok, dengan jumlah anggota kelompok 6-10 orang. Hulahoop yang digunakan bisa yang terbuat dari rotan atau dari tali / webbing yg dibuat melingkar dengan diameter 1-1,5 meter.

Petunjuk
§  Caranya hulahoop diletakkan di pundak salah satu anggota kelompok
§  Kemudian dengan didahului aba-aba, hulahoop tersebut harus berpindah dari satu anggota kelompok ke anggota yang lain sampai ke anggota keloompok yang terakhir,
§  Anggota kelompok boleh menggerakkan seluruh badan untuk membuat hulaoop tersebut bergerak,
§  Posisi peserta dapat dibuat melingkar atau berjajar atau berbaris ke belakang.
Larangan:
Webbing / hulahoop tidak  boleh dipegang atau digenggam oleh tangan anggota kelompok.
Variasi
§  Sebagai variasi, perpindahan hulahoop dapat dibuat satu arah atau bisa juga bolak-balik.
§  Jika menggunakan tali/webbing, dapat juga divariasikan dengan menggunakan 2 hulahoop yang harus berpindah berlawanan arah.
Untuk lebih meriah, permainan ini dapat dimainkan dalam format kompetisi dengan membentuk 2 atau 3 kelompok jika jumlah pesertanya mencukupi, dan mereka yang paling cepat yang menang.


0 komentar:

Posting Komentar